Halo kawan kawan bertemu lagi bersamaya sara "Endutz" di endutzgaring.blogspot.com disini saya akan berbicara tentang "Anak-anak Indonesia dengan prestasi Internasional".
Ok kita mulai,
Bangsa indonesia boleh berbangga hati, pasalnya, banyak anak Indonesia yang berprestasi di kancah Internasional; mulai dari bidang seni, olahraga, sains hingga industri kreatif. Siapa saja anak indonesia yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di dunia? Berikut ini beberapa diantaranya
- Animator Andal Kelas Hoolywood
Para pecinta film pasti sudah sangat mengenal film-film box office seperti IronMan, Spiderman, Superman, Batman dan StarTrek. Ternyata, ada anak muda indonesia berbakat yang ikut andil dalam mengerjakan efek visual film-film tersebut. Ia adalah Andres Surya, pria kelahiran Jakarta. Ketika itu ia berkarier di sebuah perusahaan film besar, Lucasfilm, di Singapura. Kini Andre kembali ke indonesia dan mendirikan sebuah sekolah animasi. Ia berharap animasi di indonesia bisa terus maju dan berkembang
Lalu ada Rini Triyani Sugianto, wanita Lulusan S-2 Academy of Arts di San Fransisco, California, Amerika Serikat. Rini, ternyata, ikut berperan di balik pembuatan film The Adventure of Tintin. Tak hanya itu, ia juga ikut ambil bagian dalam penggarapan film Avengers yang pertama dan kedua.
Ada pula si jago komik,Christiawan Lie. Setelah lulus dari ITB, ia berhasil mendapatkan beasiswa untuk jurusan Sequential Art atau komik di Savannah College o Art and Design, Amerika Serikat. Ia berhasil terlibat dalam pembuatan animasi film Transformers 3, GI: Joe, Spiderman, StarWars dan Lord of the Rings. Kini ia membangun sebuah perusahaan studio seni di Jakarta
- Start Up Berjaya di Silicon Valley
Dunia start up sedang menjadi primadona. Banyak anak muda yang penuh semangat dan idealisme tinggi membangun bisnis digital ini. Salah satunya adalah Andreas Sanjaya. Ia memulai bisnis dengan membentuk studio aplikasi smartphone sejak 2011 dan telah menghasilkan beberapa aplikasi di platform Android, Blackberry, iOS dan Java ME. Akhirnya, Jay menciptakan sebuah aplikasi pertanian yang diberi nama iGrow. Program itulah yang membuat Jay diundang datang ke Silicon Valley. Sejak Januari 2016, ia mengikuti program inkubasi dan akselerasi bersama 52 perusahaan terpilih lainnya dari seluruh dunia selama 5 bulan. Berbagai investor dunia pun mulai bermunculan tertarik dengan aplikasi garapannya
- Pianis Cilik Memukau di Festival Internasional
Nama Joey Alexander tentu sudah tak asing lagi di telinga kita. Belum lama ini, pianis Indonesia yang masih berusia 12 tahun itu berhasil tampil di ajang penghargaan musik paling bergengsi di Amerika Serikat, Grammy Awards. Selain masuk menjadi nominator dalam kategori Best Improvised Jazz Solo, Joey juga menjadi satu-satunya musisi Indonesia yang tampil di depan Presiden AS, Barack Obama, di antara musisi jazz kelas dunia lainnya
Ada pula pianis cilik lain yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, bernama Yohanes de Capsetrano Jambru Pasirua. Canho, begitu ia biasa disapa, adalah pianis berumur 11 tahun yang tampil dalam festival musik tingkat dunia, World Championship of Performing Arts (WCOPA) di California, Amerika Serikat. Canho bersaing dengan 54 pianis muda lainnya dari berbagai negara
- Kancah Olahraga Taraf Dunia
Siapa yang tak kenal Rio Haryanto. Kiprahnya dalam ajang balap Formula One (F1) sangat membanggakan. Berbagai ajang balap Internasional seperti GP2 dan Formula BMW Pacific telah ia lewati dan berhasil menyabet posisi atas. Pemuda berusia 23 tahun asal Solo ini menjadi satu-satunya pembalap asia yang tampil di F1. Rio juga berhasil mengumandangkan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" pertama kalinya dalam ajang bergengsi GP2
Dalam dunia sepak bola, pemain gelandang Bhayangkara Surabaya United, Evan Dimas, sedang bersinar. Nama Evan Dimas mulai mencuat setalah berhasil membawa timnas U-19 menjuarai Piala AFF-2013. Tak berhenti sampai di situ, Evan juga sukses mengantarkan Indonesia Lolos ke Piala Asia di Myanmar pada 2014. Kelihainnya menggiring bola membuat Evan mendapat kesempatan belajar dan mengikuti pelatihan bersama klub Espanyol
Irene Kharisma Sukandar (24 Tahun) merupakan pecatur asal indonesia yang berhasil menyandang gelar Grand Master Internasional Wanita (GMIW) terhitung dari 2008. Irene mulai mengenal catur sejak umur 7 tahun. 2 tahun kemudian ia telah meraih gelar Master Percasi (MP). Semenjak itu berentet gelar disabet olehnya, mulai dari Master Nasional Wanita hingga Master Fide Wanita di Olimpiade Catur di Mallorca, Spanyol
Sekian dari saya terima kasih telah membaca sampai ketemu di pembahasan selanjutnya di "endutzgaring.blogspot.com" bye kawan...